Tinggikan Rumah Anda: Ubah Lorong Dari Lorong Menjadi Ruang yang Bertujuan

20

Lorong sering kali diabaikan, diperlakukan hanya sebagai penghubung dan bukan bagian integral dari sebuah rumah. Para desainer kini menekankan bahwa ruang terbuang ini menghadirkan peluang untuk meningkatkan fungsionalitas dan estetika. Alih-alih memilih dinding netral dan dekorasi minimal, pemilik rumah dapat mendesain lorong secara strategis agar terasa seperti tujuan, bukan sekadar renungan.

Kasus Transformasi Lorong

Banyak rumah memiliki lorong yang diabaikan secara fungsional. Hal ini menunjukkan hilangnya kesempatan untuk mengintegrasikan ruang hidup tambahan ke dalam denah lantai. Dengan memperlakukan lorong sebagai area yang memiliki tujuan, Anda tidak hanya memaksimalkan ukuran luas tetapi juga meningkatkan kohesi desain rumah Anda secara keseluruhan.

Membuat Zona Fungsional

Untuk lorong dengan ruang yang cukup, desainer menyarankan untuk mengubahnya menjadi tempat persembunyian yang unik. Kimberly Tosi dari Gather Home mendemonstrasikan hal ini dengan mengubah tempat duduk dekat jendela menjadi tempat membaca dan bermain yang menyenangkan untuk anak-anak. Menambahkan wallpaper, bantal, dan rak buku mengubah ruang yang terabaikan menjadi zona fungsional.

Jika ruang lumpur khusus tidak tersedia, lorong dapat berfungsi sebagai zona drop. Emilie Schiller dari Home Methods merekomendasikan penggunaan pengait untuk tas, topi, dan mantel, dipadukan dengan bangku ramping atau kursi lipat untuk menambah kepraktisan. Hal ini menciptakan solusi penyimpanan yang efisien tanpa mengorbankan aliran.

Peningkatan Estetika

Ketika ruang terbatas, perbaikan estetika tetap dapat memberikan dampak yang signifikan. Dinding galeri adalah cara efektif untuk memanfaatkan ruang dinding terbuka, menampilkan karya seni dan foto yang melengkapi ruangan di sekitarnya. Dengan menyelaraskan dekorasi lorong dengan gaya rumah secara keseluruhan, ini menjadi perluasan ruang tamu yang disengaja.

Prinsip Desain Kohesif

Untuk benar-benar meninggikan lorong, satukan dengan warna dan pola. Jangan memilih warna netral jika gaya pribadi Anda mengarah pada pilihan yang lebih berani. Gunakan perawatan lantai, runner, dan dinding yang menggemakan ruangan di sekitarnya, menciptakan aliran yang kohesif di seluruh rumah. Dengan membuat keputusan desain yang disengaja, lorong terkecil pun bisa terasa lengkap dan terintegrasi.

Pada akhirnya, mengubah sebuah lorong menjadi ruang yang mempunyai tujuan adalah tentang mengenali potensinya dan bukan mengabaikannya hanya sebagai sebuah lorong. Desain yang cermat dapat mengubah area yang terabaikan menjadi aset berharga, sehingga meningkatkan fungsionalitas dan daya tarik estetika.