Dapur Retro Kembali: 5 Tren Desain yang Kembali Muncul

16

Sifat desain yang bersiklus berarti apa yang tadinya ketinggalan jaman sering kali menjadi hal besar berikutnya. Dalam desain dapur, beberapa fitur vintage mengalami kebangkitan, didorong oleh pergeseran dari estetika modern yang steril menuju kehangatan, keaslian, dan individualitas. Para ahli memperkirakan elemen retro ini akan mendominasi dapur di tahun mendatang, mencerminkan tren yang lebih luas terhadap ruang tinggal dibandingkan kesempurnaan ruang pamer.

Kebangkitan Meja Kerja Vintage

Desainer interior Lindsey Jamison mencatat bahwa meja kerja vintage dirancang untuk menggantikan meja dapur yang dipoles. Ini bukanlah hal baru; idenya berasal dari abad ke-17. Daya tariknya terletak pada penciptaan nuansa “tinggal di dalam” yang berlapis-lapis yang sangat kontras dengan dominasi dapur rumah pertanian modern berwarna putih cerah. Setelah bertahun-tahun berdesain minimalis, pemilik rumah kini mendambakan kehangatan dan karakter yang dihadirkan oleh meja-meja ini.

Kembalinya Wallpaper yang Berani

Dapur dengan wallpaper, yang populer di tahun 1940-an dan 50-an, kini hadir kembali. Desainer Laura Medicus menjelaskan kebangkitan ini didorong oleh keinginan akan kehangatan dan ketertarikan visual setelah bertahun-tahun menggunakan dapur serba putih. Keindahan wallpaper adalah keserbagunaannya: berani atau halus, atau uji dengan aplikasi sementara. Ini menawarkan cara yang mudah untuk menyuntikkan warna dan kepribadian ke dapur.

Cabinetry Beyond White: Merangkul Pilihan Berani

Peralihan dari dapur serba putih meluas ke lemari. Medicus mengamati meningkatnya minat terhadap kayu yang lebih gelap dan warna yang tidak biasa, yang mencerminkan keinginan akan individualitas di rumah. Baik diwarnai kayu ek, kenari, atau dicat biru tua, merah anggur, atau hitam, warna kabinet yang mencolok akan membuat kesan menarik. Hal ini merupakan respons terhadap monotonnya dapur pemotong kue yang mendominasi tren terkini.

Palet Warna Nyaman: Sebuah Gerakan Menuju Nostalgia

Pakar dapur Paul Dore menyoroti peralihan ke palet warna yang lebih hangat dan familiar. Pikirkan lemari berwarna krem, warna hijau yang lebih pekat, warna biru yang kalem, dan kontras yang lebih lembut pada logam dan meja kerja. Hal ini sangat kontras dengan dapur serba putih yang kaku. Palet ini juga lebih mudah ditoleransi di ruang dengan lalu lintas tinggi dan terasa klasik daripada retro jika diterapkan dengan baik. Tren ini mencerminkan etos desain yang lebih luas yang menghargai umur panjang dibandingkan tren yang cepat berlalu.

Tepian Pernyataan dan Marmer Klasik: Detail Penting

Dore mencatat kembalinya profil tepi dekoratif pada meja—ogee, bevel, dan bentuk yang lebih penuh—setelah bertahun-tahun memiliki tepi yang sangat tipis dan tajam. Detail ini menambah keahlian dan kesan dipesan lebih dahulu tanpa membuat dapur terasa kuno. Demikian pula, marmer klasik kembali populer, dengan urat dramatis dan pola kontras tinggi. Ini mencerminkan kemewahan beberapa dekade terakhir, menghadirkan kepribadian dan “faktor wow” ke dapur.

Kesimpulannya, kembalinya elemen dapur retro ini bukan hanya soal estetika. Ini adalah penolakan terhadap tren yang steril dan berumur pendek demi kehangatan, keaslian, dan individualitas. Pilihan desain ini mencerminkan meningkatnya keinginan akan dapur yang terasa nyaman, tak lekang oleh waktu, dan bersifat pribadi.